kpl

kpl
Posting Terbaru
Tampilkan postingan dengan label KABAR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KABAR. Tampilkan semua postingan

Pelatihan Pra-Anggota Cendekiawan muda Melayu

Ikuti Pelatihan Pra Anggota Cendekiawan Muda Melayu 29 Nonember sampai 1 desember 2013Persiapkan diri menjadi Cendekiawan Sejati.
Mengajak saudara-saudara Mahasiswa se-Riau untuk bergabung bersama kami di Cendekiawan Muda Melayu Demi membangun Dunia Melayu yang lebih Unggul dan siap bersaing dalam segala Aspek.


Satukan Langkah demi Kemajuan Bumi Melayu

Fasilitas :
      • Wawasan Ke-Melayu-an 
      • Kemampuan Organisasi
      • Pengembangan Potensi Diri
      • Pengalaman
      • Teman Baru
      • Sertifikat
      • DLL

Contact Person :

UR                           : 085376870064
UIN  SUSKA          : 082387771959
UIR                          : 082383986454
UNILAK                  : 085278024648




Untuk Pendaftaran Online, Silahkan Isi Formulir Berikut ini :

form ppa









 

KOK NAMANYA CENDEKIAWAN MUDA MELAYU


Kawan, kemarin Selasa 25 juni 2013,ketika Admin baru keluar dari ujian “Perkembangan Tekhnologi Komunikasi” di kampus FISIP UNRI, Admin dijumpai oleh salah seorang rekan yang nampaknya sangat peduli dengan Perkembangan kebudayaan melayu. Beliau mempertanyakan tentang keberadaan Cendekiawan Muda Melayu kite ni. “Mengpa haris Cendekiawan Muda Melayu namanya? Cendekiawan itu apa? Sudah pantas Kalian dipanggil Cendekiawan?”. Wah,, ndmin semp[at “blank” juga sekejap ketika disuguhkan pertanyaan yang lumayan kritis macam tu. Maklum baru siap ujian, kelakar belum tebukak…
Pasca pelantikan memang banyak yang bertanya-tanya, “siapa sih CMM itu?” ye tak. Dan mungkin ape yang Admin alami pernah juga dialami oleh kawan-kawan dalam waktu, tempat, dan kesempatan berbeda.

Dalam kasus ni, admin jawab normative sikit je.

Pertame, Nama organisasi kite ni kan Cendekiawan Muda Melayu. Yang perlu di garis bawahi itu kata cendekiawan. Kata Cendekiawan macam yang disampaikan ayahanda Al Azhar pas pelantikan kite tu. Cendekiawan tak mengenal batasan, baik dari segi Umur, maupun kedaerahan. Artinye taka da cendekiawan tua atau muda, taka da pula cendekiawan melayu atau non melayu. Cendekiawan tetaplah diibaratkan orang yang berumah diatas angin, tak tebawa arus tapi paham akan angin. Tak pandang anginnya dimana.

Lalu kenapa CMM tu Cendekiawan Muda Melayu? Nah disinilah Pokok persoalannye. Kata Muda “bagi Admin” merujuk kepada sesuatu yang belum masak, akan matang, tapi tak dapat dikatakan matang. Artinya Cendekiawan Muda Melayu adalah orang yang mempersiapkan dirinye untuk menjadi Cendekiawan yang sebenarnya Cendekiawan. Kata Cendekiawan Muda juga merujuk kepada kata perjuangan, iktiar, dan jihad. Orang yang berjuang menuntut ilmu, bukan orang yang telah benar-benar Ber ilmu.

Sebagaimana juga sabda Rasulullah, “Tuntutlah Ilmu dari ayunan sampai liang kubur!”. Maka Cendekiawan Muda tidak lah terbatas pada orang-orang yang muda saja, melainkan mereka yang berjuang menuntut ilmu, apakah itu anak SD, SMP, SMA, anak Kuliah, bahkan orang tua yang nyawanya tinggal sikit je kalau dia masih berjuang menuntut ilmu masih dapat dikatakan Cendekiawan Muda.

Pada CMM ini, kita batasi pengertian Cendekiawan Muda dengan kata Melayu. “Lah kenape? Apa tak cukup Cendekiawan je?”. Tak macam tu, sepertiyang telah diterangkan sebelumnya, kata Cendekiawan “berlaku juga bagi Cendekiawan Muda” sebenarnya memang tak mengenal batasan. Alam tekembang jadikan Guru, seluas jagad ini, sebanyak itulah sumber ilmu. Agar dapat mencapai kecendekia’an yang sedang kite usahakan ni lebih terkonsentrasi dan tidak mengambang, maka dipandang perlu kiranye untuk memberikan batasan sesuai dengan Tunjuk Ajar Melayu. Tentu tak menutup kemungkinan untuk beguru ditempat lain. Hanya saje macam Universitas-universitas tu lah, ini jurusan Melayu, kalau tak cukup atau tak suka, dipersila nyari yang jurusan lain. Bagaimana menurut kawan-kawan?

Lepaslah satu persoalan perkara nama, Cendekiawan Muda Melayu adalah orang yang berjuang menuntut ilmu berdasarkan tunjuk ajar melayu, bukan orang yang dah benar-benar berilmu perkara melayu. Nah, sudah pantaskah kawan-kawan memakai nama Cendekiawan Muda Melayu? tentu Kembali kepada kawan kawan lagi.

Mungkin itu saje yang dapat Admin sampaikan dalam tulisan ringkas ni, mudah-mudahan kawan-kawan dapat memetik sedikit hikmah dari apa yang Admin sampaikan, telebih tekurang admin mohon maaf je, pada Allah SWT admin mohonkan Ampunan.
 

Pengurus Cendikiawan Muda Melayu Dilantik



BERITARIAU.COM, Pekanbaru - Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Drs Al Azhar MA mengajak para Cendikiawan Muda Melayu sebaiknya menghindarkan diri dari aktivitas politik yang sarat dengan konflik kepentingan. Sebaliknya, Al Azhar mengharapkan Cendikiawan Muda Melayu mampu menjadi motor penggerak dalam menyebarluaskan pemahaman dan mengaplikasikan pola aktifitas yang sesuai dengan Budaya Melayu di kalangan Pemuda dan Remaja dalam kehidupan sehari-hari.

“Cendikiawan diibaratkan sebagai orang yang berumah diatas angin. Oleh sebab itu, cendekiawan tak boleh terbawa arus perpolitikan yang kadang kehulu kadang kehilir,” kata Al Azhar dalam sambutannya usai melantik pengurus Cendikiawan Muda Melayu periode 2013 – 2015 di Balai Adat Melayu Riau, Minggu (23/06/2013).

Al Azhar berharap agar pengurus baru benar-benar mampu menjalankan Amanah dengan sebaik-baiknya. Dalam mengemban tugas sebagai pengurus baru, Al Azhar pun bersedia menyediakan fasilitas yang telah tersedia di gedung Balai Adat Melayu sebagai tempat kegiatan Cendekiawan Muda Melayu jika diperlukan.

Usai dilantik, Ketua Umum Cendikiawan Muda Melayu, Syu’ib mengatakan, melalui organisasi ini, para mahasiswa yang memiliki kepedulian akan kondisi melayu saat ini dapat berkumpul dan menyusun program dan kegiatan serta pemikiran sesuai tujuannya didirikan.

Diungkapkan Syu’ib, Cendekiawan Muda Melayu didirikn berawal dari diskusi antara sesama mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau (UR) yang membahas kondisi masyarakat melayu yang saat ini sangat memprihatinkan baik dari segi pendidikan, ekonomi maupun budaya.

“Dan kemudian, diskusi itu pun dilanjutkan bersama mahasiswa dari Fakultas Budaya dan Sastra Universitas Lancang Kuning. Ternyata, mereka juga memberikan pandangan dan pemikiran yang serupa,” cerita Syu’ib.

Setelah melalui beberapa diskusi, lanjut Syu’ib, munculah gagasan untuk berusaha mengatasi permasalahan tersebut dengan membentuk suatu organisasi yang akhirnya diberi nama Cendekiawan Muda Melayu. Namun, ungkap Syu’ib, sebelumnya, beberapa mahasiswa terlebih dahulu menemui Ketua LAM Riau untuk meminta pandangan dan pertimbangan. “Hajat ini pun ternyata disambut baik oleh Ketua LAM Riau,” kata Syu’ib.

Akhirnya, pada Jum’at 05 April 2013 lalu, digelar rapat pembentukan Cendekiawan Muda Melayu di Kampus UR dan dibentulah panitia pembentukan Cendekiawan Muda Melayu.

kurang lebih 80 orang ini berlansung hikmat sampai akhir. Tema yang diangkat adalah “.
Sekretaris Panitia Pelaksana, Pebrizon yang juga dilantik sebagai Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kepemudaan, menyampaikan sebanyak 36 orang Pengurus dan 6 orang Dewan Pengawas yang baru dilantik ini tidak putus dijalan seperti kebanyakan organisasi lain yang baru dibentuk. Ia berharap, akan ada pelantikan berikutnya yakni pengurus 2015-2017 dan seterusnya.

Acara pelantikan tersebut dihadiri sekitar 100 orang dengan mengangkat tema ‘Melayu itu Aku dan Negeriku’. Berbagai sumbangan pemikiran dari Al Azhar saat sambutan disimak dengan seksama sejumlah orang yang hadir. [rls]

 
 
Copyright © 2013. CMM Riau - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger